Rabu, 10 Februari 2010

story

suatu kisah yang di angkat dari peristiwa nyata. tentang seorang anak yang hidup dalam sebuah keluarga yang awal nya bahagia. penuh keharmonisan disana namun seiring berjalan nya waktu semua berubah. berawal dari adik nya yang sakit. saat itu adik nya di vonis dokter menderita tumor otak dan harus di oprasi bahkan harus menggunakan selang di dalam tubuh nya seumur hidup. saat itu si anak ini masih duduk di kelas 6 sd dan adik nya masih kelas 1 sd. tragis memang buat anak seumuran dia mengalami hal ini begitu juga adik nya yang merasakan sakit yang kronis . di sisi lain nya, ibu nya sedang hamil mengandung adik kedua nya. kondisi sang ibu pun down menghadapi ini semua. perasaan takut, sedih, sekaligus kondisi nya yang sedang mengandung membuat semua galau. hari ke hari, minggu ke minggu berjalan dengan cepat, dan akhir nya datang lah hari itu saat dimana sang adik berjuang untuk mempertahan kan hidup nya, untuk merebut masa anak anak nya kembali. tepat pukul sepuluh pagi semua bergegas pergi menuju ke ruang oprasi. dia tak boleh ikut masuk kesana dan akhir nya dia, ibu dan ayah nya hanya bisa berdoa berharap harap cemas agar semua nya lancar. dan plampu oprasi pun menyala, semua yang menunggu mulai berdoa dalam hati. tiga jam berlalu, sampai pada akhir nya lampu oprasi mati dan air mata menderas. dokter pun keluar dari sana dan berkata "oprasi nya berhasil" (sambil tersenyum puas berhasil menyelamat kan nyawa adik nya) semua pun sujud syukur akan itu. setelah sadar, adik nya pun pindah ke ruang ICU. dan seiring nya waktu semua pun kembali seperti semula

tiga bulan kemudian, adik nya kembali ke sekolah dan kehidupan pun kembali normal.
namun kisah baru terjadi disini. kali ini tentang hati nya yang tersakiti, bukan karena kekasih melain kan perlakuan ayah nya sendiri. sang ayah mendua dan dia mempergoki nya. sakit memang hati nya, namun dia tak bisa berbuat apa apa. ibu nya yang lebih berhak merasakan sakit itu. sang ibu menangis, merasa hati nya tersayat sayat mendapat itu. sang ayah mendusta. tapi hati ibu nya begitu lembut, dia memaafkan sang ayah dengan ketulusan hati nya. sungguh mulia sang ibu, dan dia yakin ibu nya adalah ibu terbaik. tapi tidak dengan dia yang bagi dia tak mudah memaaf kan sang ayah. sakit hati nya pun sampai kini dia rasa kan. sepanjang lima tahun perjalanan nya sampai saat dia kelas 3 smp masalah baru datang. sakit hati nya yang perlahan terobati kini ada kesedihan baru yang menerpa

siang itu ketika dia baru saja keluar kelas telfon genggam nya berbunyi ternyata ayah nya menelfon. darisana ayah nya memberi kabar kalau ibu nya masuk rumah sakit. dia pun langsung tercengang. bergegas lah dia ke rumah sakit tempat ibu nya di rawat. ternyata kabar buruk lagi yang di dapat kan nya. ternyata sang ibu menderita kanker payudara dan sudah stadium dua. tragis memang kisah nya, tapi memang dia harus menghadapi semua nya. ibu nya harus di oprasi tapi kanker nya sudah ganas. jadi ibu nya harus mengikuti cemotherapy sebanyak 6 kali dan itu sangat menyiksa. tubuh ibu nya bagai menyusut bagai di peras. tapi alhamdulillah kini sang ibu kembali normal meskipun semua nya tak seperti dulu lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar